Website Resmi
Desa Sidowayah - Kecamatan Panekan
98QC+CQG, Krajan, Sidowayah, Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur 63352
- - Kode Pos 63352
Sistem Informasi Desa & Kelurahan Kabupaten Magetan
Kelola dan akses informasi desa/kelurahan melalui SIDESKEL Kabupaten Magetan .

INOVASI KKN UNESA DI DESA SIDOWAYAH MENGUBAH LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI JELITA

18 September 2026 • Anonim • 24 kali dibaca
0
INOVASI KKN UNESA DI DESA SIDOWAYAH MENGUBAH LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI JELITA
Klik gambar untuk memperbesar

Sidowayah - Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus pelatihan pemanfaatan limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah di Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Melalui program kerja ini, mahasiswa menghadirkan inovasi ramah lingkungan yang diberi nama JELITA, singkatan dari Jelantah Lilin Aroma Terapi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 18 September 2026 tersebut bertempat di balai desa dan dihadiri oleh puluhan ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sidowayah yang menyambut acara dengan sangat antusias.

Program edukasi ini diinisiasi berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap tingginya angka konsumsi minyak goreng dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan cukup serius. Sebagian besar masyarakat pedesaan masih sering membuang minyak jelantah secara sembarangan ke dalam saluran pembuangan air tanah maupun langsung ke permukaan tanah. Padahal, kebiasaan buruk tersebut dapat menyumbat saluran irigasi, merusak struktur kesuburan tanah, serta mencemari cadangan air bersih warga. Di sisi lain, jika minyak jelantah terus-menerus digunakan kembali untuk mengolah makanan, kandungan radikal bebas di dalamnya dapat membahayakan kesehatan keluarga dalam jangka panjang.

Melihat kondisi tersebut, tim KKNT UNESA tergerak untuk memberikan solusi konkret yang tidak hanya menyelesaikan masalah limbah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah secara estetika maupun ekonomi bagi warga lokal. Dalam pelatihan tersebut, para mahasiswa mengedukasi peserta bahwa minyak bekas yang awalnya tidak bernilai sebenarnya dapat disulap menjadi barang serbaguna dengan peralatan dan bahan yang sangat terjangkau. Melalui pengolahan yang tepat, aroma tengik dan warna gelap pada minyak jelantah dapat dihilangkan secara sempurna, lalu diubah menjadi lilin aromaterapi yang cantik, wangi, serta menenangkan saat dinyalakan di rumah.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan teori secara mendalam mengenai dampak negatif limbah minyak goreng terhadap ekosistem desa, kemudian dilanjutkan dengan peragaan langsung proses pembuatan lilin JELITA dari awal hingga akhir. Tahap pertama dimulai dari pemurnian minyak jelantah, di mana minyak disaring dan dipanaskan bersama bahan penyerap alami seperti arang aktif atau daun pandan untuk menetralkan bau tak sedap serta menjernihkan warnanya. Setelah bersih, minyak dicampur dengan stearic acid atau asam stearat yang berfungsi sebagai bahan pengeras alami saat dipanaskan di atas api kecil. Langkah terakhir adalah menambahkan minyak esensial dengan aneka aroma favorit seperti lavender, serai, atau lemon, serta memberikan pewarna khusus sebelum adonan dituangkan secara hati-hati ke dalam gelas pencetak yang sudah dipasangi sumbu.

Selama demonstrasi berlangsung, suasana ruangan tampak begitu hidup dan interaktif. Ibu-ibu PKK Desa Sidowayah terlihat sangat memperhatikan setiap detail tahapan yang diperagakan oleh mahasiswa, mulai dari mencatat takaran bahan yang dibutuhkan hingga mengajukan berbagai pertanyaan teknis seputar keamanan penggunaan lilin. Tidak sedikit dari para peserta yang memberanikan diri untuk maju ke depan guna mencoba secara langsung proses pencetakan lilin, meracik wewangian, hingga memotong sumbu dengan rapi. Keaktifan para peserta menunjukkan betapa tingginya kepedulian warga dalam menyerap ilmu baru yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Melalui terlaksananya kegiatan pelatihan JELITA ini, tim mahasiswa KKNT UNESA berharap pengetahuan yang telah dibagikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat dipraktikkan secara konsisten di rumah masing-masing. Lebih jauh lagi, produk lilin aromaterapi ini diproyeksikan memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan menjadi salah satu unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khas Desa Sidowayah. Jika dikemas secara menarik dan dipasarkan secara digital, produk inovatif berbahan dasar limbah ini dapat menambah penghasilan keluarga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Desa Sidowayah yang lebih bersih, hijau, dan mandiri secara ekonomi.