Sidowayah – Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan aliran air terus digalakkan di Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Sebagai langkah nyata dalam menanggulangi permasalahan sampah di kawasan perairan desa, tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) meluncurkan program kerja utama berupa revitalisasi bantaran sungai melalui pembuatan pagar pembatas yang inovatif dan ramah lingkungan.
Pagar pembatas ini dirancang secara khusus menggunakan pondasi serta struktur utama berbahan dasar bambu yang kokoh, lalu dikombinasikan dengan pemasangan jaring khusus di sepanjang badan pagar. Desain ini dibuat secara efektif untuk menutup celah dan menghalangi akses warga yang hendak membuang sampah rumah tangga ke dalam aliran kali.
Solusi Tepat Sasaran Menggunakan Material Ramah Lingkungan
Aliran sungai di Desa Sidowayah memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung ekosistem lingkungan dan aktivitas keseharian warga. Namun, kebiasaan buruk membuang sampah secara sembarangan di tepi sungai kerap membuat kawasan bantaran menjadi terkesan kumuh, mencemari kualitas air, memicu timbulnya bau tidak sedap, serta berpotensi menyumbat aliran air saat curah hujan tinggi.
Melihat kondisi tersebut, tim KKN UNESA memilih pendekatan yang adaptif dengan memanfaatkan material bambu lokal yang dirangkai rapat sebagai tiang penopang dan pondasi pagar. Penggunaan bambu tidak hanya ekonomis dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan tampilan alami yang menyatu dengan keasrian bantaran kali. Sementara itu, pemasangan jaring dipasang membentang rapat pada struktur bambu untuk memastikan tidak ada celah sekecil apa pun bagi sampah plastik maupun limbah rumah tangga untuk terlempar masuk ke sungai.
Kolaborasi dan Semangat Gotong Royong Warga Desa
Proses pengerjaan dan pemasangan pagar bambu berjaring ini berjalan dengan lancar berkat adanya sinergi dan semangat gotong royong yang luar biasa dari warga Desa Sidowayah. Kerja bakti bersama digelar mulai dari tahap persiapan bahan, pemotongan dan penancapan pondasi bambu, hingga pemasangan jaring penahan sampah di sepanjang pinggiran sungai.
Kolaborasi harmonis antara mahasiswa KKN UNESA, perangkat desa, serta tokoh masyarakat sekitar menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam merawat ruang publik. Kehadiran para mahasiswa memberikan dorongan motivasi baru bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan pemukiman mereka.
Pemerintah Desa Sidowayah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras mahasiswa KKN UNESA. Skema pemagaran menggunakan bambu dan jaring ini dinilai sangat efektif sebagai sarana edukasi sekaligus pencegahan fisik agar masyarakat tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah akhir.
Menuju Lingkungan Desa yang Bersih dan Sehat
Dengan berdirinya pagar pembatas bambu berjaring ini, kawasan tepi sungai Desa Sidowayah kini tampak jauh lebih rapi, tertata, dan aman dari tumpukan sampah liar. Program ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Mari bersama-sama kita merawat dan menjaga fasilitas yang telah dibangun demi kelestarian alam Desa Sidowayah. Sungai Bersih, Warga Sehat, Sidowayah Asri!